Sabtu, 26 November 2016

Kesenian yang ada di Kabupaten semarang "Tongkling"



Pada tahun 2005 di Desa Glodogan diadakan merti dusun yang mengadakan berbagai macam lomba. Perlombaan ini disebut K3 (Keamanan,Kebersihan,Keindahan). Untuk meramaikan acara Bapak Ralim yang biasa dipanggil Mbah Ralim berinisiatif memadukan berbagai macam kentongan yang jika dimainkan menghasil nada yang berbeda-beda.
Kesenian kentongan ini bernama Tongkling yang berarti “Kentongan Keliling”. Kesenian tongkling ini mendapat banyak dukungan dari masyarakat dan kelurahan. Tongkling sudah mendapat banyak prestasi diantaranya tingkat RW dan Kelurahan.
Kesenian ini diakui oleh bapak Bupati yang saat itu menjabat karena Tongkling merupakan kesenian yang hanya ada di Desa Glodogan.setiap tahunnya kesenian ini mengalami penambahan yang awalnya hanya kentongan saja ditahun berikutnya ditambah dengan alat music keyboard dan ditahun selanjutnya ditambah dengan gamelan dan markas. Tongkling terdapat lima buah kentongan yang memiliki nada yang berbeda-beda.
Tongkling merupakan sebuah seni pertunjukan yang bertujuan untuk hiburan dan berbagai keperluan seperti hajatan, bersih desa, natalan, dan kirab budaya. Tongkling biasanya mengiringi lagu-lagu mancapat namun sekarang telah dipadukan dengan lagu-lagu modern.
Sebelum pertunjukan ini tidak ada ritual khusus untuk memulainya. Orang yang memainkan Tongkling tidak hanya orang tua namun juga anak-anak. Anak-ankan biasanya memainkan kentongan sedangkan orang tua bermain kendang dan gamelan yang membutuhkan keahlian khusus.Penyanyi Tongkling tidak hanya satu melainkan empat supaya suara yang dihasilkan tidak kalah dengan suara Tongkling.
Kesenian Tongkling ini sudah 11 tahun lamanya, harapan Mbah Ralim selaku pencipta kesenian ini, agar Tongkling semakin ama semakin maju. Serta dapat menghibur masyarakat luas dan menambah wawasan bagi yang belum mengetahui tentang ksenian yang ada di Desa Glodogan ini.